Gemasi Unpad

Kami sudah pindah. Silahkan kunjungi gemasi.fib.unpad.ac.id

Pengalaman Mengikuti Program PKM

Perjalanan yang mengesankan saya alami selama 2 hari di Desa Banyuresmi. Kegiatan di desa tersebut diadakan oleh PKM (Pengabdian kepada Masyarakat ) BEM Gama Fakultas Sastra Unpad. Keadaan alam di sana masih asri, dan belum tercemar polusi. Jika dari Jatinangor, waktu yang ditempuh akan menghabiskan waktu kira-kira 1 jam. Akses untuk mencapai desa tersebut agak sulit. Untuk mencapai Banyusari kita harus menyewa beberapa angkot, karna angkot untuk ke sana tidak ada. Bahkan, di desa itu pun tidak ada sarana transportasi kecuali ojek dan mobil bak. Jalanannya pun juga belum diaspal.

Desa Banyuresmi

Program PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) memiliki tujuan untuk mengabdi kepada masyarakat, terutama pada masyarakat di daerah daerah yang masi terisolir agar mereka juga bisa bahagia dan merasakan apa yang tidak pernah mereka rasakan. Seluruh anggota PKM berusaha untuk membantu para puenduduk desa, dari segi pendidikan, melestarikan Budaya Sunda hingga ikut menjaga keasrian desa tersebut dengan membagikan dan menanam bibit pohon untuk masyarakat.

Ketika saya dan teman – teman bisa merasakan pendidikan yang baik, beserta fasilitas – fasilitas yang lengkap, ternyata jauh di belakang Unpad sana masih banyak mereka yang tidak bisa merasakan fasilitas pendidikan seperti saya sekarang. Di desa Banyusari tidak ada SMA. Mereka hanya bisa merasakan pendidikan hingga SMP. Bahkan banyak juga dari mereka yang tidak bisa merasakan SMP setelah tamat SD.

Ketika disana saya berbincang dengan salah satu murid SD kelas 6. Dia berkata dia ingin menjadi guru, dan dia juga ingin melanjutkan sekolah, tapi jika hanya dia diperbolehkan oleh orang tuanya untuk melanjutkan. Dia berkata, untuk melanjutkan SMP dia juga harus menempuh perjalanan yang jauh turun ke bawah bukit sana, karena tidak ada SMP yang dekat di sana.

Saya juga mendapat info bahwa dari sekitar 40 murid kelas 6 hanya 10 yang melanjutkan ke SMP. Sedangkan 30 yang lain mereka setamat SD di suruh ke bekerja ke ladang, bahkan tak jarang juga untuk yang perempuan di suruh menikah setamat SD.

Sangat miris sekali rasanya, saat sekarang sudah abad ke-20, tapi ternyata dekat dengan Unpad, yang merupakan salah satu Universitas favorit di Indonesia, masih ada daerah yang terisolir dan bahkan pola pikir rakyatnya bisa dikatakan masih seperti orang dahulu. Disini PKM berusah sedikit demi sedikit untuk merubah cara berfikir rakyat desa. Selain itu PKM juga memberikan semangat kepada anak-anak desa agar bersemangat untuk sekolah.

Masyarakat setempat juga sangat baik dan antusias ketika kedatangan tamu dari Unpad. Mereka menyambut kami dengan ramah, dan menolong kami di saat kami kesulitan disana. Contohnya ketika saya dan teman-teman ingin ke toilet, para warga memberikan tumpangan. Selain itu juga ketika kami pada malam hari tidak ada penerangan di jalan, dan ingin pergi ke mushalla yang berada di bawah dekat sawah, warga di sana menunjukkan arah untuk kami. Walaupun agak sedikit menyebalkan pada malam hari, karena tidak penerangan di jalan, dan harus menuruni jalan yang terjal, saya dan teman-teman merasa sangat bahagia. Merasakan kesusahan orang lain, dan bersama untuk meringankan kesusahan merka adalah hal yang paling membahagiakan.

Ditulis oleh: Riyen Herdianti (2011) | @rienpingu

Selamat Riyen, kamu mendapatkan hadiah Papertoy dari Gemasi karena telah menulis untuk Blog Gemasi🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 23, 2011 by in Ekspresi and tagged , , , .

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Tentang Gemasi

Gelanggang Mahasiswa Sastra Inggris (Gemasi) berdiri pada tanggal 1 November 1969 oleh Bpk. H. Abdullah Priyo Utomo. Pada awalnya Gemasi merupakan sekumpulan mahasiswa/i yang belum mempunyai struktur organisasi yang jelas. Hanya sekedar “nongkrong bareng”. Sehingga timbulah suatu keinginan untuk mempunyai suatu wadah untuk berkumpul dengan struktur yang terorganisir dan mempunyai lembaga yang jelas, seperti sekarang ini. Klik tautan ini untuk mengetahui lebih lanjut.

Archives

@gemasiunpad

%d bloggers like this: